Sabtu, 24 Mei 2014

PENGERTIAN INFERTILITAS



PENGERTIAN INFERTILITAS
Infertilitas adalah kegagalan menjadi hamil setelah 1 tahun dengan koitus normal.
            Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah 12 bulan hubungan seksual yang sering tanpa kontrasepsi
            Infertilitas adalah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun (WHO).
            Pasangan mandul (infertil) adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta telah berhubungan seks selama satu tahun tetapi belum terjadi kehamilan
            Infertilitas didefenisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengandung setelah paling tidak 1 tahun dalam berhubungan yang normal dan tidak menggunakan kontrasepsi apapun
            Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan infertilitas adlah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah melakukan hungan seksual aktif secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun selama minimal 1 tahun.
Macam-macam infertilitas
a.      Infertilitas primer, jika istri belum pernah walaupun bersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan.
b.      Infertilitas sekunder, jika istri pernah hamil akan tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan.
Penyebab Infertilitas
            Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita maupun keduanya, (pasangan). Disebut infertilitas pasanagan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen atau antibodi pasangan tersebut.
a.      Faktor Pria
1.      Azoospermia ( tidak terdapat spermatozoa).
Mungkin akibat spermatogenesis yang abnormal (perkembangan testis yang abnormal; kriptokismus atau terlambat turun; orkitis akibat parotitis) atau kerusakan ductus spermatikus oleh infeksi teruta gonorea.
2.      Oligosperma (jumlah spermatozoa kurang)
Berkaitan dengan defesiensi spermatogenesis; temperatur dalam skrotum meningkat (iklim yang panas, pakaian ketat, varikokel).
3.      Impotensi
Mungkin bersifat psikologik, hormonal berkaitan dengan ejekulasi prematur, ejekulasi retrogad atau impotensi erektil
4.      Sumbatan pada saluran vas deferens
Sperma terhalang pengiriannya dari testis ke seminal vesikel untuk diolah lebih lanjut menjadi cairan semen, sehingga semen yang dihasilkan tidak mengandung sperma sama sekali atau dalam jumlah tidak cukup.
5.      Kegagalan menghasilkan sperma berkualitas penyebab dari terjadinya sperma yang buruk adalah
-          Cacat bawaan sejak lahir
-          Kegagalan testis untuk turun kekantong buah pelir (scrotum) sebelum puberitas
-          Beberapa penyakit masa kanak-kanak dan penyakit lainnya, seperti penyakit gondong (mumps) yang terjadi pada usia dewasa.
-          Pemaparan berbahaya seperti sinar-X, radioaktivitas, beberapa zat kimia dan logam beracun, dan gas karbonmonoksida dari asap rokok dan knalpot mesin.
-          Beberapa gangguan genital seperti jaringan parut (varikokel) yang  dapat menyunmbat saluran sperma dan infeksi tuberkulosa pada prostat.
-          Kondisi panas disekitar testis (biji kemaluan), misalnya karena pakaian yang terlalu ketat, obesitas, atau kondisi pekerjaan.
-          Faktor vitalitas umum yang tidak baik misalnya kesehatan tidak berolahraga merokok, dan minuman alkohol  berlebihan.
-          Stres emosional
-          Tdak melakukan hubungan seksual dalam aktu yang telalu lama dapat menimbulakan jumlah sperma abnormal.
6.      Usia
Berdasarkan penelitian yang ada maka jumlah dan kualitas sel spermatozoa akan menurun ketika pria berusia diatas 50 tahun. Perbedaan masing-masing individu sangat terkait erat dengan faktor genetik.
7.      Hormon
Adanya gangguan fungsi hormonal yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis seperti hipogonotropin atau hiporprolaktin dapat menjadi penyebab terjadinya infertilitas pada pria.
8.      Penyakit autoimun
Adanya antibodi terhadap spermatozoa dapat menurunkan kualitas sel spermatozoa
9.      Faktor genetik
Adanya kelainan kromosom atau kerusakan genetik dapat menyebabkan fertilitas
10.  Penyakit metabolik seperti diabetes melitus dapat meneybabkan infertilitas pria.
11.  Keganasan atau kanker juga dapat menjadi penyebab infertilitas pria.

b.      Faktor wanita
1.      Spasme tuba falopii(bermacam-macam penyebab, termasuk psikogenik)
atau obstuksi(kelainan kongenital atau infeksi).
2.      Gangguan getah servik, malformasi uterus, perkembangan endometrium yang kurang sempurna, hiperprotaktinemia, faktor endokrin yang menyebabkan kegagalan terjadinya menstruasi dan atau ovulasi.
3.      Endometriosis adalah istilah untuk menyebutkan kelainan jaringan endometrium yang tumbuh diluar rahim. jaringan abnormal tersebut biasa nya terdapat pada ligamen yang menahan uterus, ovarium, tuba fallopi, rongga panggul,usus dan berbagai tempat lain. Sebagai jaringan endometrium normal, jaringan ini mengalami siklus yang menjadi respon terhadap perubahan hormonal sesuai siklus menstruasi perempuan.
4.      Anoreksia nervosa adalah suatu gangguan kejiwaan dimana seseorang( umumnya remaja putri wanita muda) enggan makan karena alasan yang kurang masuk akal, yaitu takut gemuk. Akibat terjadinya penyusutan badan yang membahayakan, gangguan hormonal, dan berhenti haid pada masa subur (amenorea) bahkan dapat pula terjadi kematian.
5.      Sumbatan pada saluran telur. Infertilitas dapat dikaitkan dengan gangguan lain pada organ reproduksi wanita,termasuk akibat infeksi penyakit menular seksual tertentu, cystitis, dan sebagainya.akibat kondisi yang disebut endometriosis menyebabkan peradangan dan terjadinya jaringan perut, yang selain mempengaruhi indung telur. Biasanya gangguan tersebut sering tidak langsung menunjukkan gejalanya, sehingga terabaikan.
6.      Kegagalan inflasi embrio di rahim. Tumor( kista, kanker) atau jaringan fibrosa(fibroid, polip)dan pemaparan radiasi dosis tinggi dapat menghalangi inplantasi (penanaman )  sel telur yang telah dibuahi di dinding rahim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar